
Sejarah Permainan Othello
Sejarah othello berawal tahun 1945, setelah bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki. September 1945, Hasegawa Goro yang tengah duduk di kelas satu SMP menerima pelajaran sembari duduk di tanah di bawah langit biru. Mito juga menjadi sasaran pengeboman hingga kastil dan bangunan bersejarah lain ikut habis dalam kobaran api. Dalam suasana seperti itulah permainan ini dilahirkan. Aturan awalnya, bila batu milik pemain pertama diapit oleh batu milik pemain kedua, maka batu pemain pertama menjadi milik pemain kedua. Permainan ini cukup merepotkan karena harus memakai batu dengan 2 warna, hingga akhirnya dipakai kertas yang diwarnai hitam pada salah satu sisi dan putih pada sisi yang lain.
Sebenarnya asal kata othello itu sendiri, bukan dari bahasa Jepang. Ayah Hasegawa Goro, memberikan nama ini dari salah satu karya Shakespeare dengan judul yang sama. Othello dalam karya Shakespeare tersebut mengisahkan seorang kulit hitam yang mempunyai istri kulit putih yang cantik bernama Desdemona.
Cara Bermain Othello
Permainan othello dimainkan pada arena papan kotak-kotak persegi dengan koin hitam dan putih diatas arena. Pada awal permainan diletakkan dua koin hitam dan dua koin putih pada pusat arena.
Misalkan pemain pertama menggunakan koin hitam dan pemain kedua menggunakan koin putih. Koin hitam harus dapat ‘melompati’ koin putih agar koin pu



